Rabu, 27 Mei 2009

Ketika Tak Bersepatu Menagih Janji

Ketika Tak Bersepatu Menagih Janji

Oleh : Gusman P. Mangero

Masyarakat mitra yang terhormat, tidak pernah terlintas di benak kita, sikap jujur masyarakat telah menjadi bagian dari rencana politik dari seorang aktor politik. Sejenak kita terkesima dengan bingkisan-bingkisan yang dibalut oleh kata pembangunan, yang seyogianya adalah fatamorgana, terlihat seperti nyata tapi ternyata itu hanyalah mimpi belaka.

Tergulir sudah aspirasi masyarakat dalam sebuah pesta demokrasi, sang aktor dengan bersilat lidah membisikan kata-kata manis diteliga rakyat jelata, para pendonor musiman datang, masyarakatpun kian terbuai, kaum tak bersepatu terlampau silau olehnya.

Kesenjangan sosial kian membumbung tinggi, mereka yang berpenah menekan tombol menyalakan perapian, sementara mereka yang dikepung oleh debu, pahit terasa nikmat.

Ganasnya lidah yang tidak bertulang, bagai danau dijalan, ditinggalkan oleh pengerak uang rakyat, yang tergali oleh hujan tapi terasa empuk bagi penggendong bakul, meski langkah menghasilkan luka yang menganga, dirajam batu tajam yang berserakan.

Coretan kertas bertebaran, setiap hari jatuh ditangan penguasa, diambil dari hasil langkah yang tidak terhitung, Sapuan penah nan indah, mereka bahkan tak pernah bedalih oleh nilai rupiah, tentu bukan karena mereka luar biasa pemberani, tapi karena apa yang tampak dalam benak mereka, adalah kebebasan kaum papah menikmati hidup, agar nurani rakyat dimengeri oleh pemilik singgasana.

Tidak terlintaskah disanubari oleh kaum yang berdasi, bersanding bersama mereka yang tidak punya apa-apa, bibir mereka hanya bisa tesenyum, dibasahi dengan air mata rakyat jelata, menikmati mahkota yang dimenangkan oleh keringat rakyat.

Berapa besar lagi nilai-nilai yang ditawarkan, agar bisa diterima dengan martabat yang utuh oleh pihak yang tertindas?


Perjalan demokrasi adalah seonggok beban, beban yang terberat adalah keniscayaan kompromi, bahkan dengan dengan kondisi suram sekalipun. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar